Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah dan Hal-hal yang Harus Dihindari

tatacara umroh
Bagi seorang muslim menjalankan ibadah dalam kehidupannya adalah sesuatu yang sangat mulia, karena demikianlah misi penciptaan dirinya. Demikian juga dengan ibadah umroh yang dijalankannya adalah bagian dari pekerjaan yang sangat mulia, karena tujuannya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Dalam pelaksaaannya ibadah menurut agama Islam dibedakan menjadi 2 jenis yaitu ibadah khas maupun amm dikenal dengan muamalah. Umroh termasuk ibadah khas (khusus).

Terkait dengan ibadah khas ada kaidah dalam Islam
"Al ashlu fil ibadah haram kecuali ada perintah atau contoh dari Rasul. Sedangkan hukum asli dari muamalah adalah boleh kecuali ada larangan"
Demikian juga dengan ibadah umroh yang kita lakukan, kita tidak boleh berkreasi sendiri, kecuali memang dicontohkan Nabi. Sangat disayangkan ibadah yang membutuhkan pengorbanan yang besar dalam segala hal termasuk didalamnya biaya paket umroh yang tidak murah, jika tidak barengi dengan ilmu yang benar dan pengetahuan yang utuh. Untuk itu kita harus mempelajari tatacara umroh yang benar sesuai dengan sunnah Rasul.

Pembahasan tentang Tatacara umroh  sudah banyak ditulis, pada kesempatan ini kami ingin memberikan penjelasan mengenai sebagian kesalahan yang sering dijumpai pada pelakasaan tatacara dan bacaan umroh yang tidak sesuai yang diajarkan Rasul.

1. Ihram hal-hal yang perlu diperhatikan
a. Kain Ihram dipakai jika sudah masuk Miqat, pasang niat ihram dan mulai talbiyah serta larangan bagi orang yang berihram sudah berlaku.
b. Bagi Muslimah yang haidl tetap memakai ihram dan melaksanakan semua tatacara umroh lengkap kecuali thawaf. Thawaf dilaksanakan ketika sudah suci.
c. Warna ihram muslimah boleh warna apa saja.
d. Kain Ihram jika sudah kotor boleh diganti
e. Pada laki-laki kain ihram boleh terbuka bahunya pada saat thawaf saja.
f. Talbiyah tidak perlu dipimpin 1 suara, boleh sendii-sendiri dengan menjaga kekusyuan dan tidak mengganggu orang lain.
g. Hukum shalat 2 rakaat ihram tidak wajib.

2. Thawaf 
a. Dimulai dari rukun hijr Aswad, tarik garis lurus dari sana
b. Dalam Thawaf semua doa boleh dibaca, tidak perlu doa khusus.
c. Yang diusap, dicium dan diberi isyarat jika padat jama'ah hanya hijr aswad, rukun Yamani hanya diusap jika tidak bisa tidak perlu beri isyarat.
d. Hijir Ismail termasuk bagian Ka'bah, maka Thawaf harus dilakukan di luar hijir Ismail.
e. Shalat 2 rakaat selesai Thawaf jika tidak padat afdlonya dilaksanakan di maqam Ibrahim, jika tidak memungkinkan boleh  di tempat dimana saja di masjidil haram.
f. Tidak perlu bersedak-desakan dalam pelaksanaan thawaf, karena tujuannya agar khusyuk dan penuh dzikrullah.
g. Raml (lari-lari kecil) hanya 3 putaran pertama selebihnya jalan biasa saja.
h. Mencari berkah dengan mengusapkan tangan keseluruh tubuh setelah mengusap Hijir Aswad tidak ada contohnya dari Nabi.
i. Doa setelah sholat 2 raka'at Thawaf boleh sendiri-sendiri.

3. Sa'i
a. Sa'i dilakukan 7x dimulai dari Shafa diakhiri di Marwa
b. Shalat setelah Sa'i dalilnya tidak kuat
c. Jika masuk waktu sholat, ikut sholat berjama'ah setelah selesai lanjutkan Sa'i kembali.
d. Berlari kecil di 2 tanda hijau saja. Lari kecil dalam Thawaf dan Sa'i hanya bagi laki-laki.
e. Membaca "Inna Shafa wal Marwata min sya'arillah" hanya pertama kali di Shafa

4. Mencukur Rambut
Boleh dengan mencukur habis(gundul) atau memendekan seluruhnya. Jika sudah selesai, pendapat lain boleh sebagian jika masih akan umroh lagi.

Demkian antara lain hal-hal yang harus dihindari dalam pelaksanaan  tata cara umroh sesuai sunnah. Semoga dengan itu menjadikan umroh kita menjadi lebih berkah. Untuk mendapatkan info biaya paket umroh  hubungi 0857-1849-4429

Komentar